Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

PROFIL

Gambar
  MAKNA DARI NAMA PEPADU (PEMUDA PEDULI ANAK YATIM DAN DHUAFA) SURADADI : 1.    ENDE (TAMENG) MEMILIKI FUNGSI MELINDUNGI ANAK YATIM DAN KAUM   DHUAFA . 2.    PENYALIN (ROTAN) MEMILIKI MAKNA YAITU KEKUATAN DAN KETEGUHAN   DALAM KEPDULIAN KAMI KEPADA ANAK YATIM DAN DHUAFA . 3.      TANGAN BERBENTUK HATI MEMILIKI MAKNA CINTA TERHADAP SESAMA DAN   RASA KEPEDULIAN YANG TINGGI. 4.   LUMPANG MEMILIKI MAKNA LUMBUNG PANGAN UNTUK MEMENUHI   KEBUTUHAN KESEHATAN. 5.       GAMBAR ANAK MEMILIKI MAKNA BAHWA MEREKA ADALAH ANAK-ANAK            YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM ARTIAN KURANG MAMPU DAN ANAK YATIM.

STRUKTUR PENGURUS

Gambar
 

TUJUAN KEGIATAN

1.    Memberikan hak fakir miskin dengan cara memberikan sedekah, disayangi, dikasihi dan membantu meringankan beban penderitaannya. Sesuai dengan Q.S Al-Isra (17) ayat 26 dan Q.S Al-Fajr (89) ayat       17-20). 2.    Memuliakan anak yatim. Sebagaimana yang di perintahkahkan dalam (Q.S An-Nisa’ (4) ayat 36).  3.    Menumbuhkan nilai-nilai sosial kemasyarakatan. 4.    Upaya mengentaskan kemiskinan 5.    Memupuk pribadi yang baik bebagi dan berkasih sayang terhadap sesama 6.    Mempererat persaudaraan sesama muslim saling membantu dalam beramal baik. 7.   Menjadi fasilitator yang amanah bagi kaum aghnia (mampu) dan kaum yatim dan dhuafa.

TEMPAT DAN PELAKSANAAN

Tempat kegiatan kami di Aula Masjid Baiturrahman Desa Suradadi, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Kami biasanya mengumpulkan dana dalam satu minggu sekali dan di santuni setiap hari Jum'at setelah solat jum'at. Dana santunan kami bagikan di Aula Masjid Baiturrahman Desa Suradadi, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Sedangkan untuk dhuafa kami santuni setiap satu kali dalam tiga bulan yang dilakukan dengan cara kerumah masing-masing dhuafa.

SASARAN KEGIATAN

1.       Anak Yatim , Anak Kurang Mampu dan Kaum Dhuafa disekitar Desa Suradadi, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. 2.      Yang kami santuni untuk anak-anak yatim memiliki batas usia yaitu usia 14 tahun, jadi kami tidak mengalokasikan dan santunan untuk adik yatim yang diatas usia 14 tahun, dikarenakan menjaga amanat dari donatur. 3.      Untuk dhuafa yang kami santuni adalah orang-orang yang memiliki keterbatasan ekonomi dan ber-usia lanjut.

LETAK DAN KEGIATAN

Desa kami terletak di desa Suradadi, Kec.Terara, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan di desa kami cukup banyak, di desa kami memiliki perkumpulan dan kegiatan pemuda pemudi dan ibu-ibu. Untuk kegiatan ibu-ibu ada kumpulan Pengayam Lontar, ibu-ibu mengayam lontar tiap hari. Ibu-ibu juga ada arisan disetiap RTnya masing-masing. Dan ada juga kegiatan Ibu-ibu PKK yaitu Posyandu Balita yang dilaksanakan satu kali dalam sebulan. Untuk kegiatan pemuda tentu yang pasti ada adalah kegiatan dari lembaga Pemuda Peduli Anak Yatim dan Dhuafa yang memiliki tujuan yaitu melaksanan santunan anak yatim anak kurang mampu setiap hari Jum'at dan untuk santunan dhuafa setiap tiga bulan sekali. Selain itu pemuda pemudi di desa ini sangat aktif dalam mengikuti kegiatan upacara adata dan bahkan pemuda pemudi di desa ini sangat aktif membantu warga pada saat salah satu warga memiliki acara perkawinan. Mudah-mudahan semua kegiatan bisa istiqomah dan barakah, termasuk kegiat...

LATAR BELAKANG

Assalamu'alaikum   بِسْمِ اللَّهِ الرَّ حْمَنِ الرَّحِيمِ الحمد لله رب العالمين- وبه نستعين على امورالدنياوالدين – والصلاةوالسلام على سيدناومولنامحمد- وعلى اله وصحبه اجمعين- ولاحول ولاقوةالابالله العلى العظيم- امابعد   Dengan menyebut nama Allah.. segala puji bagi Allah tuhan semesta alam, sholawat beserta salam semoga selalu tercurahkan untuk baginda Nabi Muhammad sholallohu'alaihi wasallam. Latar belakang kegiatan kami semata-mata mencari ridha Allah SWT. Dalam ikhtiar kami mencari ridha Allah kami mengadakan kegiatan santunan kepada anak yatim . Kemudian Allah memerintahkan kita untuk memperhatiakan hak – hak anak yatim dan fakir miskin sesuai dengan Q.S  Al-Maa’un (107) ayat 1-3 “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama, yaitu orang yang menghardik anak yatim (tidak menghiraukan) dan enggan memberi makan orang miskin”. Jadi kita di perintahkan untuk selalu memperhatikan anak yatim dari segala aspek kebutuhan dan juga memberi makan orang miskin. Denga...